Menurut WHO Regional Office for the Western Pacific (WHO WPRO) per 10 September 2026, sejumlah negara di Asia Tenggara mengalami peningkatan aktivitas influenza.

Di Singapura, proporsi spesimen yang positif influenza dalam beberapa pekan terakhir berfluktuasi antara 24 persen hingga 37 persen, disertai tingginya kasus positif COVID-19. Di Brunei Darussalam, angka positif influenza mencapai 28 persen, meningkat dari sebelumnya 12 persen. Malaysia berada pada kisaran 19-20 persen, sementara di Vietnam meningkat dari 7 persen menjadi 20 persen.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI belum terlihat lonjakan kasus influenza yang mengkhawatirkan di Indonesia hingga September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Influenza A(H3N2) subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus subclade K berdasarkan pemeriksaan WGS. Dari 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 spesimen telah menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh virus yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan juga ditemukan dalam sirkulasi global.

Hanya saja, terdapat perkembangan terbaru dari Kemenkes RI bahwa per pekan ketiga September 2026, terdeteksi kasus di 13 provinsi dan terbanyak ada di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.