NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Surakarta melalui PDAM Toya Wening menyusun rencana mitigasi berupa reaktivasi sumur-sumur dalam (bor) guna mengantisipasi ancaman penurunan ekstrem pasokan air baku utama dari Waduk Gajah Mungkur selama musim kemarau panjang ini.
Manajer Air Limbah PDAM Toya Wening, Bayu Tunggul mengatakan bahwa tinggi muka air di Waduk Gajah Mungkur dari hasil pengamatan selama musim kemarau ini per harinya turun 7 centimeter, di mana posisinya terakhir pada Rabu (7/10) berada di level 129 meter.
"Penurunan TMA Waduk Gajah Mungkur berdampak pada kinerja SPAM Regional Wosusokas. Jika BMKG memprediksi hujan baru turun pada Januari nanti, kami harus mengantisipasinya, operasional intake Wosusokas - reaktivasi sumur dalam," kata Bayu dalam acara temu media "Peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Master Meter" di Surakarta, Kamis.
Bayu menjelaskan bahwa SPAM Regional Wosusokas yang dikelola PT Tirta Utama Jawa Tengah berkapasitas 750 liter per detik tersebut menjadi sumber utama penyaluran air minum untuk wilayah Surakarta bagian utara, meliputi Kelurahan Jebres, Mojosongo, Kadipiro, Joglo, hingga Banjarsari.