NADIKABAR.COM — Pelatih kepala tim nasional surfing Indonesia Arya Subyakto mengatakan timnya mulai membidik sejumlah agenda internasional setelah tampil pada Asian Games 2026, termasuk Asian Beach Games 2027 dan kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

"Multievent mungkin tahun depan ada Asian Beach Games yang diadakan di Filipina, dan semoga surfing adalah menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan," kata Arya di Tahara, Aichi, Jepang, Selasa.

Selain Asian Beach Games, Arya berharap Indonesia dapat mengirimkan atletnya untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade yang digelar oleh International Surfing Association (ISA) di Peru pada November.

"Kalau untuk jalur kualifikasi Olimpiade mudah-mudahan kita bisa mengirimkan tim kita untuk kualifikasi Olimpiade yang diadakan oleh federasi internasional surfing ISA di bulan November di Peru," ujarnya.

Untuk jenjang kompetisi profesional, Arya mengatakan peselancar Indonesia Bronson Meydi berpeluang melanjutkan kiprahnya di Liga Surfing Dunia World Surf League (WSL).

Bronson saat ini telah berstatus surfer Challenger Series. Arya berharap atlet itu menembus 10 besar Challenger Series sehingga berpeluang tampil pada seri World Championship.

"Bronson mungkin dia akan melanjutkan ke Liga Surfing Dunia (WSL), dia sudah menjadi surfer Challenger Series. Semoga Bronson bisa mencapai ke top 10 Challenger Series yang akhirnya nantinya dia bisa masuk ke seri World Championship," kata Arya.

Pada Asian Games 2026, Indonesia menurunkan empat atelt surfing, masing-masing dua atlet putra dan dua atlet putri.

I Made Pajar Ariyana menjadi wakil Indonesia yang meraih medali dengan membawa pulang medali perak. Sementara Bronson Meydi terhenti pada babak perempat final.

Di sektor putri, Jasmine Studer mengakhiri kompetisi di posisi keempat setelah kalah dalam perebutan medali perunggu. Sedangkan Kya Jo Huer terhenti pada babak perempat final.