Damaskus menuding operasi tersebut dilakukan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Suriah.

Sementara itu, pihak Yordania mengatakan operasi tersebut menargetkan posisi kelompok teroris ISIS (yang dilarang di Rusia) sebagai balasan atas serangan terhadap gereja di Provinsi Al-Karak.