NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan nonmigas Indonesia pada Januari-Agustus 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan, dengan lemak dan minyak hewani/nabati, serta alas kaki menjadi bagian dari penyumbang utama.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Kamis menjelaskan surplus perdagangan nonmigas terutama berasal dari lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 24,91 miliar dolar AS, bahan bakar mineral 18,84 miliar dolar AS, besi dan baja 12,10 miliar dolar AS, nikel dan barang daripadanya 8,38 miliar dolar AS, serta alas kaki 4,33 miliar dolar AS.

Dari catatan pihaknya juga, neraca perdagangan kumulatif Januari-Agustus 2026 masih mengalami surplus 7,25 miliar dolar AS, yang di antaranya didukung surplus pada Agustus 2026 sebesar 3,55 miliar dolar AS

“Surplus sepanjang periode Januari-Agustus 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus 28,54 miliar dolar AS, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 21,29 miliar dolar AS,” jelas Ateng.