NADIKABAR.COM β€” Temuan survei nasional terbaru Adidaya Institute menunjukkan dukungan kuat publik terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto mengungkapkan sebanyak 61,6 persen responden meminta program MBG tetap dilanjutkan, sementara 66,5 persen menilai program unggulan pemerintah itu terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Ini membantah narasi buruk yang menyebut program MBG justru tidak dikehendaki masyarakat. Sekitar enam dari 10 warga ingin program MBG dilanjutkan dan dua dari tiga orang warga merasa program ini bermanfaat,” kata Rahman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Survei yang dilakukan secara tatap muka pada 15–21 September 2026 tersebut berlangsung di 38 provinsi dengan melibatkan 1.240 responden, dengan tingkat kesalahan atau margin of error 2,78 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Hasilnya kemudian menunjukkan tingkat pengenalan publik terhadap program MBG tercatat sangat tinggi, dengan angka yang mencapai 93,4 persen dan menjadikannya sebagai program unggulan Presiden Prabowo yang paling populer.

Lebih jauh, Rahman mengatakan sebanyak 69,9 persen responden setuju dengan program MBG serta 58,2 persen menilai program MBG sudah sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara sekitar 63 persen responden mengakui dampak langsung MBG bagi keluarga dan sebanyak 63,4 persen meyakini dampak tersebut bagi perbaikan gizi.

β€œItu artinya sebagian besar masyarakat menilai program MBG sesuai dengan kebutuhan publik dan berdampak baik pada kesehatan serta peningkatan gizi. Tentu saja itu bermakna masyarakat memahami tujuan MBG,” tutur dia.

Ia menyampaikan penilaian positif responden juga hadir dari sisi penerima dan jangkauan MBG. Merujuk hasil survei, sebanyak 73,8 persen peserta didik sudah menerima program MBG, sedangkan sekitar 33,4 persen anak balita dan 25,5 persen ibu hamil tercatat sudah menikmati program MBG.

Dari sisi penilaian menu MBG, lanjut dia, sebanyak 54,6 persen warga menilai menu MBG lebih bergizi dari makanan di rumah. Lebih dari 50 persen responden juga menganggap kualitas menu MBG jauh lebih baik dari makanan di rumah.

β€œMenu MBG dinilai lebih bergizi, lebih bervariasi dan lebih berkualitas daripada makanan di rumah,” kata Rahman.

Hasil survei Adidaya Institute juga menemukan tuntutan publik atas pelibatan petani-nelayan, pelaku usaha lokal dan UMKM. Data menunjukkan sebanyak 78,8 persen masyarakat ingin para pelaku usaha lokal dan UMKM terlibat dalam penyediaan program MBG.

Merujuk survei, ekonom Adidaya Institute Bramastyo Prastowo menuturkan mayoritas publik memang ingin bahan pangan MBG dibeli dari petani, nelayan, peternak dan UMKM setempat.

Bram pun menjelaskan sejauh ini sudah 40 ribu UMKM yang menjadi pemasok bahan pangan program MBG. Lebih jauh, tercatat rata-rata sebanyak tiga UMKM sudah menjadi pemasok pada masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

β€œSecara faktual, MBG saat ini jadi pendorong konsumsi pemerintah dengan belanja barang senilai Rp54,4 triliun. MBG bahkan menjadi komponen yang tumbuh paling cepat pada kuartal I 2026,” ungkap Bram.

Dia mengatakan statistik pemerintah juga mencatat program MBG berhasil membuka sekitar 987 ribu lapangan kerja langsung di dapur SPPG, di mana 99 persen para pekerja tersebut merupakan warga sekitar SPPG.

Dengan begitu, dia melanjutkan, manfaat ekonomi paling nyata program MBG berupa pemasok bahan pangan yang merupakan pelaku usaha lokal dan UMKM sehingga lapangan pekerjaan terbuka bagi masyarakat di sekitar dapur SPPG.

Terkait kinerja lembaga Badan Gizi Nasional (BGN), Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Instute menyampaikan sebanyak 55 persen responden menyatakan puas dan 52,9 persen responden yakin BGN mampu mengelola program MBG dengan baik.

Tingkat kepuasan terhadap program MBG bahkan tercatat mengalami kenaikan 3 poin setelah terjadinya pergantian Kepala BGN.

β€œLebih dari separuh warga puas dengan kinerja BGN. Mereka juga yakin BGN mampu menjalankan MBG dengan baik,” ungkap Fadhli.

Untuk itu, ia menyebut tingkat kepuasan kinerja dan tingkat kepercayaan kepada Kepala BGN Sudaryono saat ini berada pada level tertinggi. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, sebanyak 68,8 persen menyatakan puas dengan kinerja Kepala BGN, sementara 76,1 persen responden percaya dengan kerja Sudaryono.