Selain itu, dia menjelaskan masih terjadi plagiarisme pendidikan di tingkat kampus. Temuan hasil survei plagiarisme menyebut sebanyak 48 persen responden dan di 93 persen satuan pendidikan.
Kemudian, untuk di level dasar menengah, siswa juga dilaporkan masih keasyikan bermain sampai lupa belajar. Selain itu temuan survei tersebut melaporkan mahasiswa masih menyontek saat ujian, yaitu sebanyak 50 persen responden dan di 97 persen kampus.
"Terkait melakukan kecurangan, masih terjadi di level dasmen, di 26 persen peserta didik masih menyontek pada saat ujian. Dan ini terjadi di 51 persen satuan pendidikan level dasmen, sementara di perguruan tinggi terjadi 50 persen responden dan 94 persen satuan pendidikan," ungkapnya.