Baihaki menambahkan bila tren Demokrat saat ini terus dipertahankan, maka tidak menutup kemungkinan kursi partai akan bertambah pada Pileg 2029 mendatang.

"Kuncinya Demokrat harus konsisten, apa yang sudah berjalan baik saat ini harus terus dijalankan agar perolehan suara partai di 2029 bisa bangkit kembali. Tren Demokrat meningkat sejak September 2025," jelasnya.

Baihaki juga menyoroti anjloknya elektoral PPP di Jatim. Elektoral PPP saat ini merupakan yang terendah sepanjang ARCI melakukan survei.

"Hampir di semua segmen wilayah, PPP anjlok. Hanya di Madura saja PPP masih bisa bersaing bahkan bisa di 5 besar. Ini tentu alarm berbahaya bagi PPP yang menargetkan kembali lolos ke Senayan pada 2029 karena Jatim lumbung suara. Ketidakpopuleran tokoh PPP di Jatim berdampak pada elektoral partai, kecuali di Madura yang memang punya tokoh mengakar," bebernya.

Sementara Perindo, kata Baihaki mulai menunjukan tanda-tanda kebangkitan. Angka 1,1% menjadi start yang bagus bagi Perindo di Jatim.

"Setelah dua kali pileg secara persentase di bawah 1 persen, Perindo mulai menunjukkan kebangkitan untuk Pileg 2029. Ini bekal bagus menyambut 2029," tandasnya.

Diketahui, dalam survei ARCI terkait elektoral partai politik di Jawa Timur digelar pada 18-28 Agustus 2026. Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan margin of error di angka 2,8% dan tingkat kepercayaan 95%.