Secara keseluruhan, delapan produsen otomotif utama Jepang menjual 11,83 juta kendaraan di seluruh dunia, turun 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Honda mencatat penurunan penjualan global sebesar 4 persen menjadi 1.661.569 unit, dengan penjualan di China merosot hingga separuhnya. Sementara itu, Nissan Motor Co. yang tengah berupaya memulihkan kinerja bisnisnya mencatat penurunan penjualan lebih dari 40 persen di China.

Kenaikan harga bensin akibat krisis di Timur Tengah turut mempercepat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di China.

Kondisi tersebut membuat Toyota dan produsen otomotif Jepang lainnya menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lokal. Penjualan Toyota di China anjlok 25,1 persen.

Penjualan Toyota di luar Jepang selama enam bulan tersebut turun 6,5 persen menjadi 4.256.216 unit. Sementara itu, produksi di luar Jepang berkurang 5,6 persen menjadi 3.215.352 unit.