NADIKABAR.COM — Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin memperingatkan bahwa tatanan internasional usai Perang Dunia II sedang menghadapi kendala yang sangat berat.

Dalam pidatonya di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa malam (22/9), waktu setempat, Parmelin juga menyoroti meningkatnya jumlah konflik, ketegangan geopolitik, dan berkurangnya kepercayaan terhadap lembaga-lembaga multilateral.

"Konflik semakin banyak dan terjebak dalam kebuntuan. Prinsip-prinsip paling mendasar dalam Piagam PBB, yaitu larangan penggunaan kekuatan serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial, sedang dilanggar secara terang-terangan," kata Parmelin.

Berbicara mengenai kecerdasan buatan (AI), Parmelin mengatakan teknologi tersebut menawarkan berbagai kemungkinan baru yang signifikan di bidang sains, ekonomi, kedokteran, dan pendidikan.

Namun, AI juga berisiko menciptakan kesenjangan baru antara pihak dengan keterampilan dan infrastruktur untuk ikut serta dalam transformasi tersebut dengan pihak yang hanya merasakan dampaknya.