"Kami berdua dipanggil ke Hambalang ke kediaman Bapak Presiden dan diberikan arahan-arahan. Inti arahannya adalah kita harus menjadikan Bakom itu untuk mendengarkan semendengar-dengarnya suara rakyat. Ya, jadi Bapak Presiden apa namanya setelah tahun kedua ini tentunya beliau ingin sekali tahu apa yang terjadi dari hasil-hasil pikiran dan kerja beliau selama ini. Jadi ingin mendengar," ujarnya.

Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono menyebutkan Prabowo meminta Bakom menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurut dia, Bakom akan menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami.

"Bapak presiden menekankan kepada Badan Komunikasi Pemerintah untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat dengan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami, begitu. Yang sederhana sehingga bisa lagi-lagi menjangkau masyarakat seluas-luasnya," ujarnya.