Ferry menilai ajaran H.O.S. Tjokroaminoto terkait sosialisme Islam dan penguatan kemandirian ekonomi menjadi teladan bagi pengurus SI dalam melawan kapitalisme kolonial. Melalui semangat tersebut, Kemenkop siap bersinergi dengan SI dan umat untuk membangun kekuatan ekonomi syariah nasional.

"Kita akan bangun kekuatan koperasi. Bangun kekuatan zakat dakwah," ucapnya.

Ferry juga menekankan bahwa pengembangan koperasi saat ini sudah selaras dengan arah pilar dakwah ekonomi Syarikat Islam (SI). Menurutnya, penguatan ekonomi bangsa bersandar pada empat pilar utama, mulai dari ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, hingga pelestarian lingkungan.

"Kebangkitan koperasi adalah amanah yang mengalir dari sejarah bangsa. Presiden Prabowo Subianto sendiri berasal dari keluarga yang sejak awal memperjuangkan pengembangan koperasi," ujarnya.

Sementara itu, Presiden SI Hamdan Zoelva menilai tema dakwah ekonomi dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan ekonomi terdesentralisasi, inklusif dan berpusat di tingkat desa maupun kelurahan. Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi penikmat hasil pembangunan, melainkan bertindak sebagai pelaku utamanya.