NADIKABAR.COM — Synchronize Festival 2026 mengusung tema yang sama dengan tema festival edisi perdana yang digelar tahun 2016, yakni "It's Not Just a Festival, It's a Movement."
Direktur Komunikasi Synchronize Festival Aldila Karina mengatakan, tema tersebut diangkat lagi untuk mengingat kembali gagasan awal penyelenggaraan Synchronize Festival serta meneruskannya kepada generasi penonton berikutnya.
"Setelah satu dekade, generasi penonton tumbuh dan berganti. Sekarang Synchronize Festival didominasi oleh generasi yang jauh lebih muda, yang pada 2016 lalu belum sempat hadir ke festival ini," kata Aldila dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Aldila menjelaskan bahwa Synchronize Festival sejak awal dirancang sebagai ruang pertunjukan musik sekaligus gerakan kolektif.
"Bicara tentang gerakan, posisi Synchronize Festival ingin menjadi pergerakan bersama. Jadi kami tidak hanya berbicara mengenai musik saja," katanya.
Sebagai contoh, Synchronize Festival menghadirkan inisiatif seperti gerakan lingkungan hidup bertajuk "Warga-Wargi Menanam."
Di samping itu, penyelenggara mengusung narasi kuratorial seperti "Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia" dan "Lokal Lebih Vokal" pada festival edisi sebelumnya.
Aldila menyampaikan bahwa penyelenggara Synchronize Festival juga berupaya menghapus sekat antara musisi arus utama dan musisi independen.
"Kami jadikan Synchronize Festival sebagai ruang perayaan persatuan. Tidak ada lagi klasifikasi musisi komersial atau bawah tanah, semuanya menyatu di panggung yang sama," katanya.
Synchronize Festival 2026 dijadwalkan berlangsung tanggal 16, 17, 18 Oktober di Jakarta.
Ratusan musisi lintas genre dan lintas generasi dari berbagai penjuru Tanah Air akan tampil dalam festival musik tersebut.