"Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara Kamal Mustafah menilai peningkatan keterampilan dan pengetahuan untuk mendukung produktivitas sangat bermanfaat bagi petani maupun para pihak terkait.

"Saya berharap pertanian kakao akan terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan semakin banyak petani kakao yang dapat meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

Produksi kakao Kabupaten Kolaka Utara saat ini mencapai 65.000 ton per tahun dengan produktivitas 1,2 ton per hektare serta luas areal sekitar 78.969 hektare.

Melalui edukasi, kolaborasi, dan penerapan praktik budi daya yang lebih ramah terhadap ekosistem, Festival Kakao Tangguh 2026 diharapkan dapat mendorong semakin banyak petani untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan sekaligus menghadapi tantangan produktivitas dan keberlanjutan sektor kakao di masa depan.