NADIKABAR.COM — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menyatakan penanaman ulang tanaman endemik cemara gunung di kawasan tersebut sebagai bagian upaya pemulihan ekosistem setelah kebakaran beberapa waktu lalu dilakukan saat musim hujan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustuningtyas Marini dikonfirmasi ANTARA melalui sambungan telepon dari Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui perkembangan kondisi musim.
"Perihal kegiatan penanaman dilakukan kapan, itu ketika musim hujan sudah tiba ya. Tentu kami tetap berkoordinasi dengan BMKG, seperti itu yang dilakukan," kata Agustiningtyas.
Dia menyampaikan bahwa kejadian kebakaran di kawasan Tahura Raden Soerjo beberapa waktu lalu melanda sejumlah area, termasuk kawasan Gunung Arjuno.
Lebih lanjut, ia mengatakan luas area terdampak peristiwa kebakaran itu sekitar 600 hektare lebih.
Pihaknya kini telah menyiapkan bibit sejumlah jenis tanaman endemik siap tanam, seperti cemara gunung dan ficus.
Ia memastikan bibit tanaman itu akan ditanam di area terdampak sebagai langkah memulihkan ekosistem ketika musim hujan.
Pihaknya saat ini masih tetap fokus melaksanakan upaya antisipasi terulangnya kejadian kebakaran melalui penguatan aktivitas patroli untuk menyisir setiap area di kawasan Tahura Raden Soerjo guna meminimalkan potensi munculnya titik panas atau hotspot.
Oleh karena itu, patroli yang dilakukan petugas juga dilaksanakan pada malam hari dan apabila dimungkinkan tim di lapangan membuat sekat bakar.
"Sekarang untuk pemulihan dilakukan alami, posisi kami sekarang adalah bagaimana menjaga kawasan supaya tidak sampai terjadi kebakaran lagi," ucap dia.
Selain kebakaran, upaya tersebut juga bertujuan mengantisipasi adanya aktivitas ilegal di seluruh lokasi Tahura Raden Soerjo pada malam hari.
"Pada jalur yang berpotensi terjadi aktivitas ilegal, dimana orang masuk secara ilegal," ujar dia.