Kedatangan jet tempur ini tertunda selama berbulan-bulan, dengan sebelumnya diperkirakan tiba pada awal September usai sempat singgah untuk pengisian bahan bakar di Hawaii dan Guam.

Jet tempur canggih ini hadir saat Taiwan menanti persetujuan Washington atas paket persenjataan terpisah senilai US$ 14 miliar, yang sempat ditangguhkan oleh Trump menyusul keberatan dari Beijing.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya dan mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk merebutnya.

Berbicara kepada wartawan sebelum jet tempur F-16V itu mendarat di Taiwan, Menteri Pertahanan (Menhan) Wellington Koo mengatakan bahwa akan ada lagi jet tempur F-16V lainnya yang tiba dalam waktu dekat, meskipun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Tentu saja, bukan hanya dua jet tempur ini yang akan dikirimkan hingga akhir tahun nanti," sebutnya.