Supriyanto menilai, manfaat program akan semakin luas apabila pembangunan dapat dilanjutkan hingga menjangkau wilayah pesisir yang masih membutuhkan perlindungan.

"Dengan adanya kegiatan hybrid seawall ini, insyaallah masyarakat bisa lebih aman dari abrasi. Program ini sangat membantu meringankan penderitaan masyarakat kami yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi," ujarnya.

Ia memaparkan, pembangunan tahap pertama baru menjangkau sekitar 900 meter, sementara wilayah ke arah timur masih membutuhkan penanganan sekitar 1,5 kilometer. Jika perlindungan pantai dapat tersambung, manfaatnya diperkirakan tidak hanya dirasakan warga Desa Surodadi, tetapi juga masyarakat di kawasan sekitarnya.

Pembangunan perlindungan pantai ini dinilai penting untuk membantu memulihkan kondisi lingkungan, serta mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Pemerintah juga disebut telah menyosialisasikan program tersebut, termasuk bagi pemilik lahan di sekitar lokasi maupun mereka yang tidak mempunyai tambak. Program ini menjadi upaya pemerintah membantu mengurangi beban masyarakat akibat bencana pesisir.