"Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi telah memutuskan untuk melanjutkan langkah-langkah terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam sebuah pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa," sebut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.
Lebih lanjut, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa negara-negara kawasan akan dianggap "terlibat" jika mereka "berpihak pada agresi" AS.
"Kami memperingatkan jika negara-negara di kawasan ini -- dengan terus menerapkan kebijakan bermuka dua terhadap Republik Islam Iran -- berpihak pada agresi 'Setan Besar' terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, maka mereka semua akan dianggap terlibat dalam tindak kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan sikap menahan diri atau kesantunan dari Angkatan Bersenjata Iran yang tangguh," tegas Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Peringatan itu disampaikan setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengungkapkan bahwa Teheran telah menyampaikan syarat-syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz kepada Washington melalui mediator.