Keputusan mengejutkan diambil Martial. Dia menolak kedua tawaran tersebut karena tak mendapat jaminan posisi starter.

Martial menegaskan keinginan untuk memainkan peran sentral dalam proyek yang dibawa klub peminat. Alhasil, dia lebih memilih menunggu kesempatan ideal untuk mewujudkan hasratnya tersebut.