Ia kemudian melanjutkan aksi panggungnya dengan energik membawakan “Ikan Dalam Kolam” dan “Gejolak Asmara” yang disambut antusias oleh penonton.

Setelah membawakan beberapa tembang ikonis, Nassar melepas luaran berbentuk atap komidi putar tersebut. Ia kemudian menyampaikan alasan dirinya selalu menghadirkan penampilan dengan konsep yang berbeda setiap kali tampil di atas panggung, khususnya Pestapora.

“Ini tahun kelima saya di Pestapora, tepuk tangan untuk Pestapora,” ujar Nassar.

Pria bernama asli Nasir Mohammad tersebut mengatakan penampilan yang unik merupakan salah satu caranya menghargai para penonton yang telah menyisihkan uang untuk membeli tiket dan datang menyaksikan pertunjukannya.

“Kalau ada yang nanya, kenapa Nassar dandanannya selalu aneh-aneh? Saya ingin memberikan kepuasan untuk orang yang beli tiket,” katanya.

Menurut Nassar, penampil harus memperhatikan berbagai aspek ketika mendapat kesempatan tampil di hadapan penonton, mulai dari busana, lagu, hingga aksi panggung.