Menurutnya, penerapan teknologi tersebut akan membuat proses pemeriksaan lebih praktis. Penumpang tidak perlu lagi membuka dompet untuk mengambil KTP atau menunjukkan dokumen secara manual kepada petugas.

"Kita maunya ke depan jangan lagi penumpang harus buka dompet mengeluarkan KTP atau jangan lagi penumpang mengeluarkan kertas catatan, bahkan kadang-kadang kertasnya tertinggal dan terus ditolak oleh bandara seolah-olah kita nggak bisa membantu atau melayani," tuturnya.

Saat ini, prototype sistem tersebut sedang berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, Surabaya hingga Bali untuk penerbangan domestik. Setelah itu, teknologi serupa akan disiapkan di sejumlah bandara strategis lainnya.