"Kita perlu memastikan pembagian tugas dan kewenangan masing-masing lembaga jelas, sehingga tidak terjadi tumpang tindih, tidak ada pekerjaan yang dilakukan berulang, dan tidak ada persoalan rakyat yang terabaikan akibat ketidakjelasan tanggung jawab," tutur Dedi.

Menanggapi Ossy soal kesiapan memberikan masukan konstruktif dan dukungan teknis ke BRAN, Dedi menyampaikan harapan agar koordinasi kedua pihak dapat diatur dalam mekanisme alur yang sederhana.

"ATR/BPN memiliki pengalaman dan kapasitas teknis di bidang pertanahan yang penting dalam proses ini. Karena itu, komunikasi dan penyelarasan harus terus dilakukan agar transisi kelembagaan berjalan lancar," tutur Dedi.