"Untuk event Asian Games Nagoya, kita dapat bantuan dari Kemenpora juga sesuai porsinya. Tapi saya rasa tidak masalah semuanya. Tapi memang pembinaan sebelumnya kita harus koordinasi dengan kemenpora."

"Kita selalu koordinasi dan kita selalu mendapatkan solusi yang solutif untuk situasi yang seperti ini. Tapi, untuk atlet kita semua juga, akhirnya bisa kita bisa melaksanakan kegiatan sesuai program yang kami buat," papar purnawirawan TNI-AU tersebut.

Tim Karate Indonesia akan terbang ke Jepang pada 17 September dan melakukan persiapan akhir sebelum pertandingan 20-23 September. Mengingat karate bukan cabang terukur, bagaimana FORKI mengantisipasi adanya kemungkinan keputusan juri nantinya menguntungkan tuan rumah?

"Oh ya, maka itu kita kirim pelatih yang sudah pengalaman, satu untuk kata, dua untuk kumite. Tidak khawatir dengan tekanan rumah. Kami yakin emas untuk kumite, kata paling gak kita perunggu dapat," demikian Hadi yang sempat menjabat Panglima TNI serta Menteri Agraria dan Tata Ruang itu.