"Datanya ada, keluarganya mengakui ada, itu korban pembunuhan. Sudah proses penyelidikan," ujarnya.
Ia pun menyampaikan Polda Banten akan menindaklanjuti setiap temuan yang diduga berkaitan dengan kasus hilangnya kapal jurnalis di Anak Krakatau.
"Jadi, apabila kita menemukan jenazah atau mayat di suatu tempat, gitu, yang jauh dari pemukiman, yang pertama kita lakukan adalah olah TKP. Yang kedua, kita akan mencari identitas korban. Itu dulu yang paling utama," ucapnya.
Diketahui, dari delapan orang yang dinyatakan hilang di Gunung Anak Krakatau, satu orang telah ditemukan dan teridentifikasi, yaitu Surakman selaku ABK kapal. Tujuh korban lain dan kapal Arupadhatu 1 yang digunakan belum diketahui keberadaannya.