NADIKABAR.COM — Kematian merupakan hal pasti yang akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa. Sebelum roh berpisah dengan jasad, manusia akan melewati fase transisi yang dikenal sebagai sakaratul maut.

Sakarat berasal dari bahasa Arab yang berarti kekacauan atau kebingungan. Dalam kematian, sakaratul maut menggambarkan penderitaan dan kekacauan batin serta fisik seseorang di ambang ajal. Sebagaimana hadits Nabi SAW, "Sesungguhnya kematian memiliki sakarat (penderitaan)." (HR Bukhari)

Allah SWT memberikan tingkat kesakitan dan penderitaan sakaratul maut berbeda-beda terhadap hamba-Nya. Kepada hamba-Nya yang beriman, rohnya akan keluar dengan lembut. Sebagaimana dalam hadits disebutkan, "Sesungguhnya roh orang mukmin keluar dengan mudah, seperti mengalirnya tetesan air dari mulut bejana." (HR Ahmad)

Namun, untuk hamba-Nya yang kafir dan munafik, Allah SWT akan memberikan siksaan dan penderitaan. Sebagaimana hadits Nabi SAW riwayat Hakim, "Roh orang kafir dicabut seperti cabutan dari daging yang robek dan urat-urat yang tertarik."

Lantas, apa saja tanda-tanda sakaratul maut menurut Islam yang perlu diketahui?

Mengutip buku Menuju Kepulangan: Hakikat Kematian dalam Islam karya Fahmi Hidayat, berikut adalah tahapan dan tanda-tanda sakaratul maut menurut para ulama besar klasik seperti Imam Al-Ghazali, Imam Al-Qurtubi, dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah:

Adapun tanda-tanda spiritual pada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut terlihat pada raut wajahnya. Orang beriman sering kali nampak tenang bahkan tersenyum ketika rohnya dicabut, sebaliknya orang yang durhaka nampak takut dan gelisah. Ibnu Qayyim juga mengatakan orang yang akan sakaratul maut sering kali bisa melihat hal yang ghaib.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin dan Imam Al-Qurtubi dalam At-Tadzkirah membagi fase sakaratul maut menjadi tiga, yaitu:

Adapun prosesnya berbeda tim redaksi orang yang beriman dan orang kafir, tim redaksi lain:

Mengutip buku Panduan Mengurus Jenazah: Sesuai Tuntunan Rasulullah karya Syaifurrahman El Fati, ada beberapa tanda dan juga keadaan orang yang dicatat meninggal dalam keadaan baik atau husnul khatimah, yaitu: