"NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan tingkat gangguan saraf," katanya.

"Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien," ia menjelaskan.

Kesemutan yang sesekali terjadi setelah tangan tertindih saat tidur dapat membaik setelah posisi diubah.

Dokter menyarankan penderita menjalani pemeriksaan jika keluhan itu terjadi berulang, semakin sering, membuat terbangun pada malam hari, tidak kunjung membaik, disertai nyeri yang menjalar atau kelemahan tangan, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Kesemutan merupakan gejala, bukan diagnosis. Mengetahui sumber dan lokasi gangguan saraf merupakan langkah penting untuk menentukan penanganan yang sesuai," kata dr. Puspasari.