Ketika ancaman pemberontakan komunis dalam Darurat Malaya (Malayan Emergency) mulai mereda, kesepakatan pun tercapai pada 8 Februari 1956 bahwa Malaya akan memperoleh kemerdekaan dari Kerajaan Inggris. Namun, karena sejumlah alasan logistik dan administratif, kemerdekaan tersebut baru secara resmi dideklarasikan pada 31 Agustus 1957.

Pada malam 30 Agustus 1957, ribuan orang berkumpul di Lapangan Merdeka (Merdeka Square), Kuala Lumpur, untuk menyaksikan serah terima kekuasaan dari Inggris. Tepat tengah malam, Union Jack diturunkan dari tiang di lapangan tersebut, kemudian bendera Malaysia dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Negaraku.

Momen bersejarah itu kemudian dilanjutkan dengan tujuh kali seruan "Merdeka!" oleh masyarakat yang hadir.

Hari kenegaraan ini ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintahan setempat. yang penting ini menjadi momentum untuk merayakan kebebasan Malaysia yang diperjuangkan setelah terbebas . Masyarakat dapat turut memeriahkannya dengan mempelajari sejarah Malaysia, mengikuti berbagai kegiatan budaya, dan menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Malaysia.

Di skala global, tanggal 31 Agustus diperingati sebagau Hari Kesadaran Overdosis Internasional (International Overdose Awareness Day). Melansir laman National Today, hari peringatan ini menjadi seruan global untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawa akibat overdosis obat-obatan serta mengakui duka yang dirasakan keluarga yang ditinggalkan.

Peringatan ini juga bertujuan mengurangi stigma yang masih melekat pada kematian akibat overdosis, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan overdosis dan dukungan bagi mereka yang terdampak.

Hari Kesadaran Overdosis Internasional pertama kali diperingati sekitar 20 tahun lalu. Peringatan ini digagas oleh Sally J Finn yang saat itu berada di St Kilda, Melbourne, dan bekerja di The Salvation Army. Finn kemudian menyampaikan gagasan tersebut kepada rekannya, Peter Streker, yang bekerja di Community and Health Development Program di Australia.

Finn dan Streker ingin menyoroti dampak yang harus dihadapi ketika seseorang mengalami overdosis, baik hingga berada dalam kondisi kritis maupun meninggal dunia. Mereka juga berupaya mengurangi sikap apatis dan stigma masyarakat terhadap korban overdosis. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2001, peringatan ini mulai mendapat perhatian dari pemerintah dan berbagai organisasi resmi. Setiap tahun, berbagai kegiatan dan materi kampanye disiapkan untuk memperingati hari tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai overdosis.

Overdosis merupakan kondisi ketika seseorang mengonsumsi suatu zat dalam jumlah yang terlalu banyak, termasuk obat-obatan terlarang maupun obat tertentu. Overdosis dapat terjadi secara sengaja, misalnya karena keinginan untuk mengakhiri hidup, kondisi kesehatan mental, atau keinginan mendapatkan efek yang lebih kuat, tetapi juga dapat terjadi secara tidak sengaja akibat kesalahan dalam mengukur atau mengonsumsi suatu zat.