Harpelnas kemudian diresmikan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada 4 September 2003. Saat peresmian, sekitar 200 direktur utama dari berbagai perusahaan serta jajaran direksi BUMN turut hadir.
Meski gagasan awal Harpelnas dicetuskan oleh CEO Frontier, peringatan tersebut dirancang sebagai momentum bersama di tingkat nasional.
Harpelnas diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang menempatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan sebagai bagian penting. Dengan pelanggan yang puas dan loyal, perusahaan diharapkan dapat berkembang sehingga turut mendukung kemajuan perekonomian nasional.
Selain di Indonesia, terdapat pula perayaan nasional di India yang dikenal sebagai Janmashtami. Melansir National Today, Janmashtami merupakan perayaan keagamaan untuk memperingati kelahiran Dewa Krishna, salah satu tokoh penting dalam agama Hindu.
Dewa Krishna dihormati sebagai inkarnasi kedelapan dari Dewa Wisnu. Dalam kisah Hindu, Krishna lahir di Mathura dari pasangan Devaki dan Vasudeva. Kisah kehidupannya, mulai dari masa kecilnya di Vrindavan hingga perannya sebagai kusir Arjuna dan pemberi ajaran dalam Mahabharata, menjadi bagian penting dalam mitologi dan filsafat Hindu.
Janmashtami biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti berpuasa, berdoa, menghias tempat ibadah, serta menggelar berbagai perayaan yang berlangsung meriah. Meski berakar dari India, perayaan ini kini juga dilakukan oleh umat Hindu di berbagai negara.
Di sejumlah negara seperti Nepal dan Bangladesh, Janmashtami bahkan ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Selain di Indonesia dan India, 4 September juga bertepatan dengan peringatan budaya di Eswatini, yakni Hari Tari Buluh Umhlanga. Festival budaya ini digelar secara meriah dengan melibatkan ribuan perempuan muda untuk menghormati tradisi sekaligus melestarikan warisan budaya masyarakat Swazi.