Kiprah Bunda Teresa mendapat pengakuan dan penghargaan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Hadiah Nobel Perdamaian. Bunda Teresa meninggal dunia pada 5 September 1997 dalam usia 87 tahun.

Hari Jenggot Sedunia diperingati setiap Sabtu pertama bulan September. Tahun ini peringatan tersebut jatuh pada 5 September 2026.

Melansir laman National Today, peringatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap jenggot yang menjadi salah satu simbol maskulinitas dan ketangguhan. Hari ini merayakan sejarah panjang serta makna budaya jenggot, mulai dari simbol kebijaksanaan pada masa lampau hingga menjadi bagian dari tren fesyen modern.

Jauh sebelum krim cukur dan pisau cukur ditemukan, manusia gua sudah memelihara jenggot. Meski dipercaya menggunakan cangkang kerang sebagai pengganti pisau cukur, manusia pada masa itu umumnya digambarkan memiliki jenggot lebat dan tidak terawat. Sekitar 4.000 SM, kebiasaan mencukur mulai dikenal sehingga jenggot mulai dipangkas atau dicukur hingga habis.

Salah satu bentuk awal krim cukur diketahui telah dibuat oleh bangsa Sumeria di Mesopotamia. Sepanjang sejarah, jenggot memiliki kedudukan dan makna yang penting, mulai dari digunakan dalam peperangan hingga menjadi simbol kekuasaan dan dominasi.

Saat ini, memelihara jenggot bukan lagi menjadi kebiasaan umum di sebagian besar wilayah dunia, kecuali di dunia Arab, tempat jenggot dianggap sebagai sesuatu yang penting. Tren jenggot dari masa ke masa pun beragam, termasuk gaya lumberjack, biker, hingga gaya klasik.

Asal-usul Hari Jenggot Sedunia tidak diketahui secara pasti. Namun, sejumlah sejarawan menyebut bahwa bangsa Viking dari Denmark telah memiliki perayaan untuk menghormati jenggot sejak sekitar tahun 800 M.

Tentu saja, pada masa itu belum ada sumber informasi yang dapat memastikan jenggot diperingati setiap tahun pada tanggal tertentu. Saat ini, perayaan Hari Jenggot Sedunia digelar di berbagai wilayah dengan beragam bentuk kegiatan.

Pada 1600-an, seniman Flemish bernama Sir Anthony van Dyck melukis potret para bangsawan dengan gaya jenggot dan kumis yang meruncing. Gaya tersebut kemudian dikenal sebagai Van Dyke. Lilin atau pomade digunakan untuk membentuk jenggot, kemudian dirapikan menggunakan sisir atau sikat. Para pria pada era tersebut bahkan sangat memperhatikan bentuk jenggot mereka dan memastikan bentuknya tetap terjaga ketika tidur.

Hari Samosa Sedunia diperingati setiap 5 September. Hari peringatan ini mengajak masyarakat untuk menikmati kudapan gurih dan renyah yang satu ini.