Lebih dari 74% masyarakat Amerika telah membaca setidaknya satu buku dalam 12 bulan terakhir. Kesibukan sehari-hari memang kerap menjadi penghalang untuk membaca karena banyak aktivitas lain yang juga menyita waktu. Untungnya, kehadiran platform elektronik membuat aktivitas membaca menjadi lebih mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja. Saat ini, hampir 20% buku yang dibaca dikonsumsi melalui platform elektronik. Apa pun format yang Anda sukai, ambil atau unduh buku yang berada di urutan teratas daftar bacaan Anda, lalu mulailah membaca!
Tanggal 6 September menandai peringatan Hari Kemerdekaan Eswatini, sebuah negara di Afrika bagian selatan. Melansir laman National Today, peringatan ini awalnya di sebut Hari Kemerdekaan Swaziland.
Peringatan ini menandai kemerdekaan Swaziland dari Inggris pada 1968, setelah Inggris menguasai wilayah tersebut sejak 1903. Inggris menjadikan Swaziland sebagai protektorat setelah pemerintahan Boer runtuh pada akhir Perang Anglo-Boer.
Swaziland kemudian memperoleh kemerdekaan secara resmi sebagai bagian dari Persemakmuran. Hari kemerdekaan ini juga dikenal sebagai Somhlolo Day atau Sobhuza Day.
Eswatini, yang sebelumnya dikenal sebagai Swaziland, merupakan negara terkecil kedua di Afrika. Negara ini kehilangan sebagian besar wilayahnya setelah Konvensi Pretoria pada 1881 menjamin kemerdekaannya.
Negara ini mengadopsi konstitusi pertamanya pada 1964, yang kemudian mendorong berbagai gerakan menuju kemerdekaan. Setelah merdeka, pemerintahan sendiri mulai diterapkan berdasarkan konstitusi baru yang disahkan pada 1967.
Eswatini merupakan salah satu negara di Afrika yang tidak menerapkan demokrasi multipartai dan masih mempertahankan sistem monarki absolut. Raja Swazi memegang kekuasaan pemerintahan dan dapat mengeluarkan keputusan melalui dekret.