"Sudah 3 kali datang ke sini, masih sama, batuk sesak nafas, pilek, anak saya sama, sudah dua minggu lebih, kalau malam batuk-batuk tidak bisa tidur, iya asap masuk kedalam rumah, mata pedih, harapannya ditindaklanjuti kan sudah banyak korban anak kecil, kasihan kepada orang tuanya juga," kata Ananda, Ibu Aisya.

Sepulangnya dari Puskesman, Ananda tangan kanannya menggenggam plastik berisi obat, dan bayi mungil itu di tangan kiri. Perjuangan napas Aisya belum selesai.

Bayi Aisya terpaksa menghirup asap dan rebutan udara segar dengan orang dewasa di Palembang.

Ananda mengeluh, pulang bukan berarti sembuh, namun pulang dengan penuh harapan asap tidak lagi menyelinap ke dalam rumah.