"Pengangkatan amandel, yang disebut tonsilektomi, kini hanya direkomendasikan bagi orang yang mengalami infeksi tenggorokan akibat bakteri secara berulang," kata Shmerling.

Salah satu contohnya adalah infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus atau strep throat, yang cukup sering dialami anak-anak.

Lalu, apakah tubuh kehilangan pertahanan setelah amandel diangkat? Tidak sepenuhnya, karena jaringan limfoid lain, termasuk kelenjar getah bening, dapat mengambil alih sebagian fungsi amandel.

Adenoid memiliki fungsi mirip dengan amandel dan terletak di bagian belakang hidung, tepat di area pertemuan saluran hidung dengan mulut dan tenggorokan. Jaringan ini juga merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh.

Namun, adenoid dapat mengalami infeksi, peradangan, maupun pembengkakan. Dalam kondisi tertentu, masalah tersebut membuat adenoid perlu diangkat.

Tak jarang, pengangkatan adenoid dilakukan bersamaan dengan amandel. Prosedur gabungan ini disebut tonsilektomi dan adenoidektomi.

Sama seperti amandel, tubuh masih memiliki jaringan limfoid lain yang dapat membantu menjalankan sebagian fungsi adenoid setelah organ tersebut diangkat.

Kantong empedu berada tepat di bawah hati, di bagian kanan atas perut. Tugas utamanya adalah menyimpan cairan empedu yang diproduksi hati dan melepaskannya ke saluran pencernaan ketika tubuh membutuhkannya untuk membantu mencerna makanan berlemak.

Masalah seperti batu empedu atau infeksi dapat menyebabkan kantong empedu mengalami peradangan. Kondisi ini dikenal sebagai kolesistitis dan pada kasus tertentu membutuhkan operasi pengangkatan yang disebut kolesistektomi.