NADIKABAR.COM — Di tengah padatnya lanskap Kota Cimahi dengan hunian berbentuk konvensional, sebuah rumah dua lantai di tengah lahan pribadi justru mengadopsi konsep natural building yang belum akrab di telinga masyarakat.

Alih-alih menggunakan material umum untuk membangun rumah, hunian milik pasangan suami istri Misbah (42) dan Fitria Ivana Pratita (42) ini menggunakan tanah dan bambu sebagai material utama bangunan mereka.

Tak ada struktur besi dan beton, pun tanpa menggunakan bata. Rumah yang berdiri di Jalan Pasantren, RT 02/RW 08, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu seolah mematahkan stereotip hunian konvensional yang selama ini tertanam di benak masyarakat.

"Untuk luas bangunan itu 92 meter persegi, semuanya dibangun dengan material utama tanah dan bambu sebagai fondasinya. Ini berawal dari keinginan saya punya rumah yang ramah lingkungan dengan material lokal," kata Misbah saat berbincang dengan NadiKabar, Jumat (4/9/2026).

Campuran tanah, pasir, serta jerami dengan perbandingan yang sudah dihitung Misbah secara rinci dan presisi, menggantikan racikan semen, pasir, dan air yang lazim menjadi material utama dinding rumah. Sementara itu, besi beton sebagai tulang bangunan digantikan oleh bambu yang sifatnya lebih lentur dan fleksibel.