NADIKABAR.COM — Iran memperketat persyaratan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS), menyusul kegagalan penerapan kesepakatan yang diteken pada Juni lalu. Teheran menegaskan bahwa Washington "tidak punya pilihan" selain menerima tuntutan tersebut.
Iran sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan AS yang merinci langkah menuju penyelesaian permanen konflik tersebut. Namun kesepakatan itu akhirnya kandas karena kedua belah pihak saling menuduh telah melanggarnya.
"Mereka (AS) melanggar kesepakatan dan melakukan tindakan keji lainnya. Oleh karena itu, kami memperketat syarat-syarat kami," kata juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebi, dalam wawancara eksklusif dengan AFP di Teheran. seperti dilansir AFP, Rabu (23/9/2026).
Dia menegaskan jika AS tetap bersikeras dengan sikapnya, maka "mereka hanya akan mempersulit diri mereka sendiri".
"Kami bukan mainan mereka, dan mereka tidak bisa secara sepihak melanggar kesepakatan yang telah mereka tandatangani sesuka hati," tegas Mohebi.
Dalam wawancara tersebut, Mohebi memaparkan pandangan Iran mengenai perang di Timur Tengah yang telah berlangsung hampir tujuh bulan, dan prospek penyelesaiannya di tengah mandeknya upaya diplomatik.