NADIKABAR.COM — Kontingen Indonesia kini membidik posisi delapan besar klasemen medali Asian Para Games 2026 setelah berhasil melampaui target medali emas. Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, optimistis peluang Merah Putih masih terbuka berkat sejumlah cabang olahraga yang berpotensi menambah medali.

Reda menyebut para bulu tangkis masih menjadi salah satu andalan Indonesia untuk mendulang medali. Selain itu, peluang tambahan juga terbuka dari cabang olahraga boccia, para atletik, dan para renang.

"Masih ada potensi tambahan lagi dari para bulutangkis. Kita ada empat finalis yang akan bertanding Jumat. Juga masih ada boccia, para atletik dan para renang," kata Reda Manthovani dalam keterangan tertulisnya.

Reda mengungkapkan Indonesia mengincar posisi kedelapan yang saat ini ditempati Kazakhstan dengan koleksi 10 medali emas, 13 perak, dan 19 perunggu.

"Bisa sepuluh besar, bahkan nomor delapan bisa. Kalau melihat dari sini (perolehan medali) nomor delapan bisa ini, apalagi karena bulutangkis belum main nih. Kita berdoa saja ya, bulutangkis main lima finalis," tutur Reda.

Kontingen Merah Putih terus menambah koleksi medali di Asian Para Games 2026. Pada Kamis (22/10/2026), Indonesia meraih tambahan 14 medali yang terdiri atas dua emas, tiga perak, dan sembilan perunggu. Dua medali emas Indonesia berasal dari cabang olahraga para renang dan para tenis meja.

Abdil Majid Rahman menjadi penyumbang emas dari para renang. Atlet asal Kabupaten Kampar itu finis tercepat pada nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7 dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik.

Emas lainnya diraih pasangan Barce Layaba/Leli Marlina dari para tenis meja. Mereka mengalahkan wakil Korea Selatan, Moon Sunghye/Kim Younggun, dengan skor 3-1 (6-11, 11-7, 11-8, 11-3).

Sementara itu, tiga medali perak Indonesia berasal dari para renang dan para panahan. Maulana Rifky Yavianda meraih perak pada nomor 50 meter gaya bebas putra S13, sedangkan Mutiara Cantik Harsanto mendapat perak di nomor 100 meter gaya dada putri SB9.

Satu perak lainnya disumbangkan trio Ken Swagumilang, Arif Firmansyah, dan Teodora Audi Ayudia Ferely dari nomor compound mixed team para panahan.

Adapun lima medali perunggu berasal dari cabang olahraga para bulu tangkis. Medali tersebut diraih Muhammad Al Imran pada tunggal putra SL3, Qonita Ikhtiar Syakuroh pada tunggal putri SL3, Rina Marlina pada tunggal putri SH6, Khalimatus Sadiyah pada tunggal putri SL4, serta pasangan Leani Ratri Oktila/Khalimatus pada ganda putri SL3-SU5.

Empat medali perunggu lainnya disumbangkan Theradina Audria Lie dari para renang, Elsa Dwi Saputri dari para angkat berat, serta Helin Wardina dan Vitasari dari para atletik.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia menempati posisi kesembilan klasemen sementara medali Asian Para Games 2026 dengan koleksi 10 emas, 11 perak, dan 31 perunggu.

Cabang olahraga para renang masih berpeluang menambah medali bagi Indonesia. Sejauh ini, para renang telah menyumbangkan tiga emas, dua perak, dan dua perunggu.

Salah satu atlet yang diharapkan mampu menambah prestasi adalah Jendi Pangabean. Ia dijadwalkan tampil pada nomor 100 meter gaya punggung S9, Jumat (23/10), mulai pukul 10.50 waktu setempat.

Koordinator pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, berharap Jendi mampu menunjukkan performa terbaiknya. "Sesuai ranking kita harapkan Jendi bisa memenuhi targetnya untuk menjadi yang terbaik," ucap Agni.

Peluang tambahan medali dari sejumlah cabang olahraga diharapkan bisa membantu Indonesia memperbaiki posisi di klasemen dan mewujudkan target menembus delapan besar Asian Para Games 2026.