NADIKABAR.COM — Kegeraman sutradara Garin Nugroho atas sejumlah kekerasan yang terjadi di Indonesia dan dunia, diwujudkan lewat film terbaru Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn) yang ditayangkan untuk pertama kalinya di hadapan publik di Hulic Hall Tokyo, Selasa (27/10).
Dalam sesi tanya jawab seusai penayangan perdana "Merah Sebelum Fajar", yang tayang dalam seksi Kompetisi di Tokyo International Film Festival 2026, Garin Nugroho tak kuasa menahan tangis saat bicara di hadapan penonton.
"Terima kasih atas kedatangannya. Bagi saya, film ini sangat dekat dengan kondisi saat ini. Atas nama sumber daya alam, atas nama tanah, atas nama agama, masih banyak terjadi perang dan tragedi..." kata Garin dalam bahasa Inggris dengan mata berkaca-kaca.
Ekspresinya berubah menjadi sedih dan Garin pun tak kuasa meneruskan perkataannya. Selama beberapa detik, Garin menenangkan diri seraya menahan tangis.
"Kita harus hentikan perang, kita harus hentikan genosida di Gaza. Free Palestine!" tangisnya pun pecah.
Garin mengecam segala kekerasan brutal yang terjadi di Indonesia dan menegaskan semuanya harus dihentikan.
Aktor Nagra Pakusadewo yang berperan sebagai Arya juga sempat tercekat saat menceritakan perasaannya. Ia harus menenangkan diri dari emosi yang meluap.
"Sebelumnya saya mau bilang terima kasih untuk Mas Garin, Mas Nicho, semua yang terlibat untuk mendukung terealisasinya film ini," ujar Nagra terbata-bata.