Karya tersebut memotret realitas dan pengalaman pada sisi antropologi laki-laki Minangkabau dalam tradisi merantau, termasuk persoalan harga diri, kegagalan, rasa malu, dan kerinduan terhadap ibu serta kampung halaman.
Wulan mengatakan pementasan di Korea Selatan itu mendapat andil dari Direktur Seoul Factory for the Performing Arts sekaligus Ko-Direktur Artistik PADAF, Hyoung-taek Limb.
Setelah Hyoung-taek Limb menyaksikan pementasan "Malin Kundang Lirih" di ajang Buka Dapur Mini Festival (BUDAmFEST) Lab Teater Ciputat di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta pada 2025, dia sangat merekomendasikan karya tersebut untuk tampil di festival PADAF ke-16.
"Apresiasi Hyoung-taek Limb membuka peluang bagi hubungan kreatif yang lebih luas antara seniman Indonesia dan Korea. Selain pertunjukan, kemungkinan kerja sama lanjutan, seperti lokakarya dan kegiatan kolaboratif, turut menjadi bagian dari peluang pengembangan," kata Wulan.