NADIKABAR.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan buku Islam Ala Prabowo bukan merupakan produk dari MUI. Pernyataan ini mengklarifikasi isu terkait buku yang jadi sorotan publik belakangan ini.

Pernyataan tertuang dalam surat bertanggal 28 Rabiul Awal 1448 H/10 September 2026 M dengan Nomor Kep-97/DP-MUI/IX/2026 yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia dan ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum MUI KH M. Cholil Nafis, serta Sekretaris Jenderal MUI Dr Amirsyah Tambunan.

Lewat surat edaran tersebut, MUI menegaskan buku Islam Ala Prabowo bukan program, kegiatan, ataupun produk MUI. Sementara itu, terkait kehadiran Ketua Umum KH M Anwar Iskandar dalam kegiatan peluncuran buku itu berada dalam konteks kehadirannya sebagai Pembaca Doa pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.

"Pernyataan tersebut disampaikan MUI setelah muncul berbagai pertanyaan masyarakat mengenai keterkaitan tim redaksi MUI dan Ketua Umum MUI dengan buku tersebut. MUI menilai persoalan itu perlu disikapi secara jernih, proporsional, serta mengedepankan prinsip tabayun," demikian bunyi keterangan yang dikutip dari situs resmi MUI, Jumat (11/9/2026).

Sebagai informasi, buku Islam Ala Prabowo diluncurkan pada rangkaian Rakornas BAZNAS RI pada 26 Agustus 2025. Peluncuran buku itu kembali jadi perhatian publik pada September 2026.