Penanganan telapak kaki panas perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika keluhan masih ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Kurangi aktivitas berdiri atau berjalan terlalu lama, terutama jika keluhan muncul setelah melakukan kegiatan fisik.

Pilih sepatu dan kaus kaki dengan ukuran sesuai agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada kaki.

3. Jaga kebersihan dan kelembapan kaki

Cuci kaki secara teratur, keringkan terutama di sela-sela jari, dan ganti kaus kaki jika basah oleh keringat.

Jika telapak kaki terasa panas, kompres menggunakan kain yang dibasahi air sejuk untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan. Hindari menempelkan es secara langsung atau merendam kaki dalam air yang sangat dingin karena dapat melukai kulit, terutama jika sensasi suhu sudah terganggu.

Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung vitamin B12 dan nutrisi lain untuk mendukung kesehatan saraf. Hindari mengonsumsi suplemen dosis tinggi tanpa anjuran tenaga kesehatan.

Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah sesuai target pengobatan dapat membantu mengurangi risiko kerusakan saraf lebih lanjut.

Jika sensasi panas sering berulang, berlangsung lama, semakin menyakitkan, atau disertai kesemutan dan mati rasa, pemeriksaan medis diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu meredakan keluhan, tetapi tidak selalu mengatasi penyebab utama. Jika terdapat gangguan saraf, infeksi, atau penyakit tertentu, dokter akan menentukan penanganan sesuai kondisi pasien.

Kapan telapak kaki panas harus diperiksakan?

Telapak kaki yang terasa panas sesekali belum tentu menunjukkan gangguan kesehatan serius. Namun, keluhan yang terus berulang atau semakin berat sebaiknya tidak diabaikan.

Segera jadwalkan pemeriksaan jika sensasi panas berlangsung selama beberapa minggu, mulai menjalar ke bagian kaki lainnya, disertai mati rasa, atau membuat seseorang kesulitan berjalan dan beristirahat.

Pemeriksaan juga penting bagi penderita diabetes, terutama jika telapak kaki mengalami penurunan sensasi atau muncul luka yang sulit sembuh.

Jika terdapat luka terbuka yang menunjukkan tanda infeksi, seperti kemerahan yang meluas, bengkak, keluar nanah, atau disertai demam, segera cari pertolongan medis. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena luka tidak terasa sakit.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan saraf, serta menyarankan tes darah untuk menilai kadar gula, fungsi ginjal, tiroid, atau kadar vitamin tertentu sesuai gejala yang ditemukan.

Dengan demikian, telapak kaki terasa panas saat malam hari dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan saraf hingga masalah kulit. Mengenali gejala penyerta dan memeriksakan diri ketika keluhan berulang menjadi langkah penting agar penyebabnya dapat ditangani secara tepat, demikian mengutip pusat riset medis AS, National Institute of Health (NIH) dan beberapa sumber lain.