Karena insiden itu, lima siswa tertimpa reruntuhan tembok saat ambruk. "Kemudian, entah mungkin karena getaran atau usangnya tembok, anak-anak tertimpa runtuhan tembok yang memang sudah usang. Ada sekitar empat atau lima anak yang duduk-duduk, cuma memang ada yang parah," ungkapnya.
Lima siswa langsung dibawa ke klinik terdekat untuk penanganan medis. Namun, dua siswa mengalami luka hingga mengeluarkan darah.
"Langsung dibawa oleh guru kami. Karena parah dan mengeluarkan darah, kami tidak tahu apa yang terjadi. Akhirnya diputuskan untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat," jelasnya.
Arum mengatakan kedua anak tersebut mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan di bagian punggung dan kepala. "Dua anak yang terkena di kepala dan punggungnya sudah ada di rumah, dan orang tua mereka juga sudah memahaminya," tuturnya.