"Sempat panik. Kita sementara ambil di sungai pakai ember sambil menunggu di Damkar," kata Agus saat ditemui di lokasi sore ini.
Agus belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. Berdasarkan Informasi yang didapatnya, Agus menyebut, ada yang melakukan bakar-bakar di belakang.
"Kita belum tahu, informasinya ada yang bakar di belakang. Kita mau memastikan dulu dari CCTV," ungkapnya.
Agus menerangkan bank sampah itu memproduksi pertasol dari plastik. Beruntung saat kejadian proses produksi libur.
"Bahan baku plastik itu kita kelola menjadi pertasol. Tidak ada korban jiwa. Tadi libur produksi," ungkapnya.
"Kerugiannya Rp 25 juta. Dua mesin pencacah, ruangan penyuling, dan bahan baku plastik terbakar," lanjutnya.