"Lubang pecahan kaca tersebut diameter 4,6 milimeter, kemudian kita ukur gotri diameter 6,39 milimeter. Dengan ukuran tersebut, gotri tidak masuk ke dalam lubang. Hasil lubang dan gotrinya berbeda, maka gotri tersebut tidak melewati lubang tersebut," bebernya.
Selain itu, dari struktur pecahan dan pola tekanan pada kaca Bidlabfor menyimpulkan daya dorong berasal dari bagian interior rumah.
"Lubang bekas gotri atau sentuhan tekanan kaca terjadi pada bagian dalam rumah. Saya pelajari hasilnya lubang tersebut ada sentuhan gotri dari dalam. Untuk meyakinkan data tersebut, barang bukti akan kita sita untuk diuji lebih lanjut," tegas Totok.
Hal yang sama disampaikan Wakapolresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo. Ardyan mengatakan perusakan memang terjadi menggunakan gotri, namun arah datangnya material berasal dari dalam area rumah.
"Kesimpulan sesuai fakta memang terjadi perusakan diduga menggunakan gotri. Arah gotri dari dalam rumah, bisa kita lihat kaca yang menunjukkan tekanan dari dalam. Kami perlu waktu untuk melakukan pendalaman lagi," terang Ardyan saat konferensi pers di Polresta Pati.
Ardyan juga menepis isu yang mengaitkan insiden tersebut dengan aksi demonstrasi yang sempat marak belakangan ini.