Ten Hag mengklaim bahwa dirinya tidak didukung oleh pihak klub untuk menegakkan disiplin selama melatih di sana. Mantan pelatih Ajax Amsterdam itu memang dikenal sebagai sosok yang otoriter di ruang ganti.

Sebagai contoh, Rashford sempat dicoret dari tim inti ketika melawan Wolverhampton Wanderers di Premier League. Sebabnya, Rashford bangung kesiangan dan terlambat menghadiri rapat tim.

"Jadi, mereka [pihak klub] terus melanggengkan budaya yang toxic; mereka justru menyuburkannya dan memberikan kekuasaan kepada para pemain," ucap Ten Hag.