Token yang dimaksud Dowson adalah satuan dasar yang digunakan AI untuk memproses teks saat menerima pertanyaan maupun menghasilkan jawaban sehingga token itu juga yang dipakai untuk menentukan biaya yang ditagihkan kepada pengguna. Semakin banyak token yang digunakan, semakin tinggi biayanya.
Dowson menyebut selama beberapa dekade terakhir, pekerjaan kantor digital terutama menggunakan berbagai jenis format dokumen yang dibuka dan disunting menggunakan aplikasi yang berbeda sedangkan dalam dalam kolaborasi kerja banyak orang, setiap orang mengubah versinya masing-masing dan dokumen dikirim bolak-balik sehingga prosesnya menjadi rumit dan tidak efisien.
"Kami melihat bahwa pada era agen AI untuk pekerjaan kantor, kolaborasi banyak orang akan memasuki paradigma baru berupa penciptaan platform bersama antara manusia dan mesin. Dengan menggunakan 'WorkBuddy' perusahaan cukup membangun keterampilan yang sesuai bagi pekerja sedangkan agen AI dapat memecah berbagai tugas analisis bisnis, secara aktif mengambil data yang dibutuhkan dari beberapa sistem secara bersamaan, membuat laporan secara otomatis, dan menyajikan hasil analisis," jelas Dowson.
Agen AI "WorkBuddy", sebut Dowson bisa bekerja selama 24 jam dan langsung mengirimkan hasil pekerjaannya setelah tugas selesai.
"Dengan demikian, karyawan tidak perlu lagi mengoperasikan secara manual, mengunggah dan memproses berkas satu per satu. Karyawan dapat memberikan tugas kepada 'WorkBuddy' kapan saja, sama seperti ketika mereka berbicara dengan rekan kerja," tambah Dowson.