Sebelumnya, penemuan serpihan roket ini memicu perhatian warga setelah dilaporkan terdengar suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit di wilayah Kotim pada Minggu (18/10) sore. Sehari kemudian, Senin (19/10), warga juga menemukan pecahan logam berukuran cukup besar di kawasan yang sama, diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan benda logam berukuran cukup besar yang ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit milik PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, merupakan sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) asal China.
"Ini objek kedua setelah kemarin juga ditemukan objek logam terkoyak di kebun sawit. Sumbernya diduga sama, sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E milik China. Sampah antariksa tidak bisa diprakirakan secara pasti titik jatuh dan waktunya, tetapi lintasan orbitnya bisa ditentukan," kata Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, kepada wartawan, Rabu (21/10).