Rumah pengering yang sedang dibangun tersebut menggunakan teknologi efek rumah kaca dan dirancang agar dapat dioperasikan langsung oleh warga. Pembukaan jalan membantu pengangkutan material untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Gapoktan Kopi Alam Rano, yang dikukuhkan pada 15 September 2026 dan beranggotakan 40 petani, berharap fasilitas ini dapat membantu mereka menghasilkan kopi dengan mutu lebih baik, sehingga tidak lagi harus menjual kopi dalam kondisi basah dengan harga murah.

Menurut Solikhin manfaat gotong royong tidak berhenti pada perbaikan akses dan dukungan bagi usaha tani. Kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara masyarakat lokal dan transmigran.

"Rasa kekeluargaan kami di transmigrasi dan kepedulian antarwarga, antara lokal dan Jawa, itu hidup kembali. Pekerjaan yang tadinya kelihatan berat dan mustahil kalau dikerjakan sendiri, ternyata kalau dipikul sama-sama bisa cepat selesai," kata Solikhin.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya Bambang Susilo mengatakan keterlibatan warga menjadi sumber semangat bagi tim dalam menjalankan pendampingan.

"Kerja keras gotong royong memperbaiki infrastruktur jembatan, jalan, dan infrastruktur lainnya demi lancarnya program itu memberikan semangat luar biasa kepada kami, Tim Ekspedisi Patriot," ujar Bamabang.