"Oleh karena itu, pengemasan, branding, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat," ujar Dr Faiz.
Pelatihan ini dirancang secara lengkap dan terdapat tiga materi utama. Pada sesi pertama pelatihan, warga didorong untuk mulai membangun identitas produk melalui kemasan yang menarik dan berkarakter.
Selanjutnya, warga dibekali pelatihan standar teknis pengemasan yang diantaranya mencakup aspek keamanan, penyimpanan, dan penentuan tanggal kedaluwarsa produk.
Pada sesi materi pelatihan terakhir, warga diajak untuk praktik langsung menggunakan AI yang dipandu oleh TEP UGM. Melalui sesi ini, teknologi AI dimanfaatkan sebagai alat bantu praktis untuk mencari ide promosi, hingga membuat materi visual pemasaran.
Tidak berhenti pada pelatihan, TEP UGM juga memfasilitasi produk masyarakat untuk masuk ke ekosistem digital melalui platform Digipangan.id. Lewat platform ini, produk olahan dari Muting dapat lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Langkah pemberdayaan dan digitalisasi di tingkat desa yang diinisiasi TEP UGM ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ekonomi digital menyentuh masyarakat di seluruh pelosok negeri.