NADIKABAR.COM — Merujuk pasien melalui jalur laut menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di Teluk Wondama, terutama karena jarak antarfasilitas kesehatan yang cukup jauh dan keterbatasan jaringan internet. Kondisi ini membuat pencatatan informasi pasien menjadi penting agar pelayanan dapat terus berlanjut saat pasien tiba di fasilitas rujukan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Tim 7 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) melatih tenaga kesehatan setempat menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Pencatatan secara digital diharapkan dapat membantu mengelola data pasien, meminimalkan risiko catatan rusak atau hilang, serta memudahkan proses rujukan.

Ketua Tim 7 TEP UI Trevino Aristarkus Pakasi menjelaskan pelatihan tersebut berangkat dari persoalan yang ditemukan di lapangan. Pencatatan rekam medis di rumah sakit dan puskesmas setempat masih dilakukan secara manual sehingga rentan hilang, rusak, atau tercatat ganda.

"Kalau manual, rekam medis bisa rusak, bisa hilang, dan datanya tidak bisa dipanggil lagi. Ada juga risiko satu orang punya beberapa rekam medis," kata Trevino dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Pelatihan tahap pertama diikuti oleh sekitar 20 tenaga kesehatan. Selanjutnya, TEP UI berencana melibatkan kader kesehatan, termasuk dari sekolah dan rumah ibadah, untuk memperluas jangkauan layanan kepada warga yang masih mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.