NADIKABAR.COM — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) melatih tenaga kesehatan di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, menggunakan rekam medis elektronik (RME) untuk membantu mempermudah pencatatan data serta proses rujukan pasien antarfasilitas kesehatan.
Pelatihan tahap pertama yang diikuti sekitar 20 tenaga kesehatan itu berangkat dari tantangan pelayanan di wilayah pesisir dan kepulauan, termasuk keterbatasan jaringan internet serta proses rujukan pasien yang harus dilakukan melalui jalur laut.
"Pelayanan menjadi lebih tertib, pencatatan lebih akurat, dan yang paling penting data pasien menjadi lebih aman serta memudahkan proses rujukan antarfasilitas kesehatan," kata tenaga kesehatan Puskesmas Windesi Siti Harlina dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Siti mengatakan materi pelatihan mudah dipahami dan relevan dengan kondisi tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah dengan keterbatasan sinyal serta menghadapi tantangan geografis ketika merujuk pasien.
Namun, ia menilai penerapan pencatatan digital perlu diikuti pendampingan serta penguatan infrastruktur jaringan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan, agar RME dapat digunakan secara optimal.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat pada 2025 mencatat terdapat 75 desa/kelurahan di Teluk Wondama dengan penerimaan sinyal internet telepon seluler 5G/4G/LTE, sedangkan dua desa/kelurahan tercatat tidak menerima sinyal internet seluler.
"Adanya dukungan penguatan infrastruktur jaringan di wilayah pesisir dan kepulauan agar implementasi RME dapat berjalan optimal dan merata hingga ke puskesmas di ujung Papua seperti tempat kami bertugas," ujarnya.
Ketua Tim 7 TEP UI Trevino Aristarkus Pakasi mengatakan pelatihan tersebut disusun berdasarkan persoalan yang ditemukan tim di lapangan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan dasar melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemanfaatan teknologi digital.