Diketahui, pemilihan biji pala berangkat dari kajian literatur yang kini masih diverifikasi tim melalui pengujian.

"Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu," ujar Fhira, anggota Tim Ekspedisi Patriot UI, Jumat, (25/9) kemarin.

Pengujian di laboratorium membandingkan empat sampel, yakni kelompok tanpa hand sanitizer, hand sanitizer berbahan biji pala, berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.

Setelah hasil uji keluar, produk ini rencananya dipamerkan kepada sejumlah kepala daerah pada 1 Oktober mendatang, sebagai langkah awal memperkenalkannya ke pasar yang lebih luas.

Upaya mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi kekuatan ekonomi nasional.